Sabtu, 09 Juni 2012

makin ga ke urus nih blog

Senin, 31 Januari 2011

tips mencukur bulu kaki

Tips Mencukur Bulu Kaki

September 25th, 2009 by setropeloh

Leave a reply »

.



Anda ingin mencukur bulu kaki? Ada beberapa langkah yang harus Anda lakukan jika ingin mencukur bulu kaki. Langkah-langkah
ini akan memastikan Anda mendapatkan kaki yang mulus dan oke punya.
- Basahi kaki anda terlebih dahulu selama dua atau tiga menit sebelum bercukur.
- Setelah kaki dicuci bersih, bubuhkan gel cukur. Hal ini tak hanya memudahkan proses cukur tapi juga menjaga kelembaban kulit kaki, dan memperhalus.
- Agar hasilnya mulus, lakukan secara perlahan. Arahkan pisau cukur mengikuti kenyamanan Anda. jika arahnya benar, Anda tak akan merasakan apapun, apalagi sakit. Tinggalkan area yang sulit, seperti di bagian belakang lutut, dan tumit untuk saat terakhir.
- Perlu diingat pula, pisau cukur yang tajam menghasilkan cukur terbaik. Jadi jangan lupa menggantinya sebelum mulai mencukur.
- Langkah terakhir, oleskan pelembab. Setelah mencukur bulu kaki dan mandi, keringkan kaki dengan handuk lalu oleskan body lotion yang kaya pelembab. Perhatikan area khusus seperti lutut dan kaki yang mudah kering. Nah, nyaman kan?

tips mencukur bulu kemaluan

Tips Aman Mencukur Rambut di Daerah Kemaluan

September 20th, 2009 by setropeloh

Leave a reply »

.



- Lakukan bertahap, jangan lakukan dari yang tumbuh lebat menjadi betul-betul gundul seluruhnya sekali cukur. Mulailah dengan memotong rambut tersebut sedikit lebih pendek setiap minggu.
- Gunakan mata pisau cukur yang baru setiap waktu.
- Gunakan pisau cukur yang bagus, mungkin dengan mata pisau khusus dan kepala yang berputar.
- Mulailah dengan menggunakan sabun cukur yang banyak atau jeli-jeli.
- Rendam dalam air yang hangat atau gunakan shower yang hangat sebelum mencukur.
- Jangan mencukur terlalu rapat saat pertama kali. Jangan menekannya kearah kulit. Buatlah satu kali cukuran dengan mata pisau kemudian pindah kedaerah berikutnya.
- Setelah mencukur, berikan pelembab pada vulva Anda untuk menyejukkan kulit Anda.
- Gunakanlah kaca seukuran tubuh dan cahaya yang baik sehingga Anda bisa melihat apa yang sedang Anda lakukan.

makanan termahal didunia

Makanan Dan Minuman Termahal Di Dunia

⁠⁠

Pada Tanggal 7 November 2007,Stephen Bruce memperkenalkan Sundae yang dinamakan “Frozen Haute Chocolate” di Serendipity 3,Manhattan,Amerika Syarikat.Sundae ini memecahkan Rekod Dunia yang baru untuk Makanan Penutup Termahal di dunia,yaitu pada harga $25,000.Sundae ini terbuat daripada 28 buah Coklat, termasuk 14 buah Coklat Termahal di dunia.Sundae ini dihidangkan dengan Gelas yang dilapisi Emas 23 karat seberat 5 gram.Dan bukan hanya itu saja,ada bagian lainnya yang berupa Emas 18 karat,dan juga 1 karat Emas Putih.Sudu untuk menikmati sundae tersebut juga dilapisi dengan Emas bertatahkan Berlian.Sundae tersebut juga dilengkapi dengan Truffle yang sukar ditemui,yang dijual pada harga $2,600. 

⁠⁠

Westin Hotel di New York’s Time Square,Executive Chef Frank Tujague memperkenalkan Bagel berharga $1,000.Bagel ini dihidangkan dengan Alba White Truffle Cream Cheese yang sangat sukar ditemui dan Goji-Berry-Infused Riesling Jelly.The Alba White Truffle adalah Makanan kedua Termahal di dunia,dan Goji Berry adalah makanan yang kaya dengan Beta-Carotene.  

⁠⁠

The “Zillion Dollar Frittata” terbuat dari 6 Telur,1 Lobster,10 oz Caviar,Makanan ini berharga US$1,000.

⁠⁠

Pada tahun 2005,FruitCake yang ditaburi dengan lebih dari 233 Berlian dan dibuat oleh 17 Orang Pereka Berlian dipamerkan di Tokyo dalam Acara “Diamonds : Nature’s Miracle” Expo.FruitCake ini dibuat dengan melibatkan 2 chef terkenal dari Tokyo,dan menghabiskan waktu selama 1 bulan untuk merancangnya,dan 6 bulan untuk membuatnya.Fruitcake ini berharga $1,6 juta dollar. 

⁠⁠

“Martini-On-The-Rock” dari Algoquin Hotel di Manhattan dijual pada harga $10,000. 

⁠⁠

Nino Selimaj memperkenalkan “Luxury Pizza”,yang satu Pan pizza berharga $1,000 dan satu Slice berharga $125.Pizza dengan ukuran 12 inci ini dihidangkan dengan Topping Caviar,Crème Fraiche dan Chives,Serta berbagai macam isi lainnya.Dijual di Nino’s Bellissima di New York,Amerika Syarikat

jack the ripper

Setelah kasus pembunuhan sadis terhadap 5 PSK di London yang dikenal dengan kasus Jack The Ripper mengendap tidak terpecahkan selama lebih dari 100 tahun, sebuah temuan baru mungkin dapat mengungkap identitas sejati dari Jack The Ripper. Sebuah buku baru yang diterbitkan menyatakan bahwa Jack the Ripper yang dihubungkan dengan pembunuhan berantai hanyalah sebuah kreasi dari seorang jurnalis untuk menjual berita.

Pembunuhan yang tidak terpecahkan atas lima PSK di london timur pada tahun 1888 telah menimbulkan banyak teori atas identitas Jack The Ripper - dengan kandidat seperti seniman Walter sickert, pengarang buku Alice in Wonderland, Lewis Carroll dan bahkan cucu ratu Victoria, Duke of Clarence. Tidak dapat dipungkiri bahwa kasus ini adalah sebuah tamparan keras bagi Scotland Yard yang tidak dapat membongkar kasus ini hingga lebih dari 100 tahun.

Namun sekarang, sejarawan Dr.Andrew Cook mengklaim telah membongkar seluruh teori tersebut dengan menolak pendapat bahwa pembunuhan atas kelima PSK tersebut dilakukan oleh seorang pembunuh saja. Dalam bukunya yang berjudul "Jack The Ripper - Case Closed", Dr Cook menyatakan bahwa nama Jack The Ripper pertama kali muncul dalam sebuah surat pemberitahuan pembunuhan yang diungkapkan oleh sebuah harian lokal dimana surat itu ditandatangani oleh oknum yang menyebut dirinya Jack The Ripper.

Dr.Cook berpendapat bahwa surat itu adalah sebuah kreasi dari seorang jurnalis yang putus asa untuk menjual korannya. Dr.Cook juga menyatakan bahwa kelima PSK tersebut, Mary Nichols, Catherine Eddowes, Mary Kelly, Elizabeth Stride dan Annie Chapman dibunuh oleh orang-orang yang berbeda, termasuk enam orang korban pembunuhan lainnya yang sering dihubungkan dengan Jack The Ripper.

Dr.Cook mengaku mendapatkan bukti dari polisi dan dokter yang pada waktu itu mengekspresikan keraguan terhadap teori satu pembunuh berantai. Seorang pejabat polisi Whitechapel pada saat pembunuhan itu terjadi menyatakan bahwa ia tidak percaya Mary Kelly dibunuh oleh Jack The Ripper.
Asisten polisi yang mengotopsi kelima mayat tersebut, Percy Clark mengatakan kepada harian East London Observer pada tahun 1910,"Saya rasa mungkin satu pembunuh memang bertanggungjawab atas kematian 3 orang dari antaranya. Namun dua lainnya tidak." Pernyataan ini muncul karena sang pembunuh mengeluarkan organ tubuh bagian dalam dari 3 korban. Sedangkan dua lainnya tidak.

Namun komentar seperti ini hanya menjadi sebuah tetesan air di samudera luas karena imajinasi pembunuh maniak telah merasuk kedalam pikiran penduduk Inggris saat itu. Dr.Cook menunjukkan bahwa satu harian surat kabar yang bertanggung jawab atas teori jack the Ripper adalah koran The Star yang baru diluncurkan pada saat itu. Setelah memuat surat pembunuhan yang mencantumkan nama Jack The Ripper, harian The Star segera menjadi harian terlaris saat itu.

The Star mengungkapkan adanya surat dari seorang yang bernama "Jack The Ripper" di tengah-tengah penurunan oplah yang luar biasa. Seorang ahli tulisan tangan bernama Elaine Quigley yang dimintai oleh Dr.Cook untuk meneliti surat itu menyatakan bahwa tulisan tangan dalam surat itu persis sama dengan tulisan tangan salah satu wartawan The Star bernama Frederick Best.
Home > Hoax > Kisah rumah hantu Amityville - nyata atau hoax ?

Sunday, August 2, 2009

Kisah rumah hantu Amityville - nyata atau hoax ?

The Amityville Horror atau rumah hantu Amityville adalah sebuah kisah penindasan satu keluarga oleh makhluk gaib di sebuah rumah di Amityville, New York. Sejak kemunculannya, kisah ini dipenuhi oleh kontroversi. Apakah kisah ini nyata atau hanya sebuah rekayasa ?

Tulisan ini adalah permintaan seseorang yang ingin mengetahui kebenaran kisah rumah hantu Amityville. Sebenarnya, blog enigma adalah blog yang "anti cerita hantu". Namun karena bukan hantunya yang mau dibahas, maka saya memutuskan untuk menulisnya juga.

Kisah Rumah Hantu Amityville

Bagi yang belum pernah mendengar tentang Amityville Horror, beginilah kisahnya secara singkat :

Kisah horor ini dimulai dari sebuah novel best seller berjudul "The Amityville horror : A True Story" yang ditulis oleh Jay Anson dan diterbitkan tahun 1977. Segera setelah buku ini memenuhi rak buku di Amerika, penjualannya melonjak dengan sangat cepat.

Kisah di buku ini bermula pada tanggal 13 November 1974 ketika satu keluarga yang terdiri dari enam orang yang tinggal di sebuah rumah di Amityville dibunuh dengan kejam. Kepala keluarganya, sepasang suami istri bernama Ronald dan Louise DeFeo ditembak ditempat tidurnya ketika sedang terlelap. Demikian juga dengan dua anak laki-laki dan dua anak perempuannya. Satu-satunya yang selamat dari pembunuhan itu adalah seorang anggota keluarga lainnya bernama Ronald DeFeo Jr (Butch). Ronald ditangkap atas tuduhan pembunuhan dan dihukum penjara seumur hidup.

Karena seluruh anggota keluarga sudah meninggal dan Ronald berada di penjara, rumah itu akhirnya dijual. Rumah horor itu tepatnya berlokasi di 112 Ocean Avenue, Amityville, New York.

Tahun berikutnya, tepatnya 23 Desember 1975, sebuah keluarga baru, George dan Kathy Lutz bersama tiga anaknya menempati rumah itu. Mereka membelinya dengan harga $80.000 dengan cara mengambil hipotik dari Columbia saving and loans sebesar $60.000. Tak berapa lama, mereka mulai mengalami gangguan dari roh-roh jahat yang menghuni rumah itu. Mereka keluar dari rumah itu setelah 28 hari menghuninya.

Menurut mereka, tangan tak terlihat memecahkan pintu dan membuka lemari-lemari. Cairan hijau aneh keluar dari langit-langit rumah, sekumpulan serangga menyerang mereka dan wajah iblis dengan mata merah menghantui mereka pada malam hari dan bahkan iblis itu meninggalkan jejak kaki di halaman rumah yang bersalju.

Kemudian mereka memanggil seorang pastor bernama Mancuso untuk mengusir setan itu, namun ketika pastor itu tiba dirumah itu, satu suara berteriak "Keluar !". Pastor itu gagal membersihkan rumah itu dari roh jahat.

Akhirnya, karena usaha yang dilakukan gagal untuk mengentikan gangguan itu, keluarga Lutz memutuskan untuk pindah dari rumah itu.

Fakta atau rekayasa

Novel ini sedemikian populernya sehingga beberapa film telah dibuat berdasarkan kisah novel ini. Remake terakhir dibuat tahun 2005 yang diperankan oleh Ryan Reynold sebagai George Lutz (percaya sama saya, filmnya benar-benar membuat merinding).

Sekarang, pertanyaannya, apakah kejadian yang diceritakan di buku itu benar-benar terjadi ?? Kita akan memisahkan fakta dan rekayasanya.

Fakta
Novel ini tidak sepenuhnya salah ketika ia menulis label "True Story" di judulnya. Semua tokoh yang diceritakan di dalam novel ini adalah nyata.

Jay Anson menulis buku ini atas permintaan Penerbit Prentice Hall berdasarkan rekaman suara George Lutz yang menceritakan kisah ini. Jadi Keluarga Lutz benar-benar ada dan benar-benar pernah menempati rumah horor itu. George Lutz meninggal karena serangan jantung di Las Vegas pada tanggal 8 Mei 2006. Istrinya Kathy Lutz meninggal terlebih dahulu karena Emphisema pada 17 Agustus 2004. Sebelumnya, mereka bercerai pada akhir 1980-an namun tetap menjaga hubungan baik.



Pembunuhan yang dilakukan oleh Ronald DeFeo Jr juga benar-benar terjadi. Saat ini Ronald DeFeo Jr sedang menjalani hukuman penjara seumur hidup di Green Haven Correctional Facility di Beekman, New York.

Rumah yang terletak di 112 Ocean Avenue juga benar-benar ada. Namun karena alasan privasi, alamat rumah ini telah diubah untuk menghindari turis yang ingin melihat-lihat.




Pastor yang mengusir setan itu juga benar-benar ada. Di buku, namanya disebut Pastor Mancuso, namun nama asli pastor itu adalah Ralph J Pecoraro. Ia menolak nama aslinya disebut dibuku itu untuk menjaga privasinya. Saat ini ia sudah meninggal.

Hoax
Seperti yang saya singgung diatas, semua tokoh dalam kisah ini adalah nyata. Yang diragukan oleh banyak orang adalah kebenaran pengalaman di dalam buku ini. Memang harusnya kisah di buku ini nyata karena berdasarkan cerita langsung dari George Lutz. Namun masyarakat menemukan kisah didalam buku ini terlalu luar biasa sehingga mereka mulai meragukannya. Apalagi ada kemiripan dengan film "The Exorcist" yang terkenal itu.



Akhirnya kontroversi itu terjawab ketika Pengacara Ronald DeFeo Jr yang bernama William Weber mengakui bahwa ia dan George Lutz mengarang kisah ini dengan tujuan untuk mendapatkan persidangan yang baru bagi Ronald DeFeo Jr. Apabila Ronald beralasan membunuh karena pengaruh roh jahat, maka persidangan mungkin bisa mempertimbangkan untuk meringankan tuntutannya atas pertimbangan sakit jiwa. Menurut Weber, Bagi Lutz tentu saja mengarang cerita seperti itu akan membuat ia kaya raya sehingga Lutz setuju berkoloborasi untuk mengarang cerita itu. Lutz menolak pengakuan Weber.

Sepertinya pengakuan Weber ini mendapat peneguhan dari banyak pihak, salah satunya adalah dari seorang peneliti bernama Rick Moran yang menemukan lebih dari 100 kesalahan faktual dalam buku itu.

Istri Ronald DeFeo Jr bahkan juga ikut meneguhkan kesaksian Weber. Baginya kisah hantu Amityville adalah sebuah kebohongan.

Pada Maret 1977, setelah keluarga Lutz keluar dari rumah itu, Jim dan Barbara Cromarty membeli rumah itu dengan harga $55.000. Barbara dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa seluruh perabot rumah itu masih sama seperti aslinya dan tidak menunjukkan ada tanda-tanda perbaikan, berlawanan dengan klaim Lutz yang mengatakan roh jahat menghancurkan perabot-perabot rumah itu.

Setelah 10 tahun keluarga Cromarty memutuskan untuk pindah dari rumah itu karena mengalami banyak gangguan, bukan dari roh jahat, namun dari para turis yang ingin melihat rumah itu. Pada tahun 1987, mereka menjualnya kepada keluarga O'Neil dengan harga $325.000.

O'Neil, Pemilik rumah berikutnya akhirnya juga pindah setelah 10 tahun karena tidak tahan, bukan karena gangguan roh jahat, tetapi karena pajak properti yang meningkat tinggi. Mereka menjualnya pada tahun 1997 kepada Brian Wilson dengan harga $310.000.

Brian Wilson, pemilik saat ini, begitu sukanya dengan rumah ini sehingga ia tetap tinggal di rumah itu dan bahkan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk memperbaiki rumah itu. Namun untuk menjaga privasinya dan menjauhkannya dari turis, ia mengubah alamat rumah itu.

Ketiga pemilik rumah itu setelah Lutz sama-sama mengatakan bahwa rumah itu tidak berhantu dan mereka mengatakan bahwa mereka tidak pernah mengalami hal-hal aneh selama tinggal disitu.

Jadi kisah rumah hantu Amityville yang populer itu sebenarnya secara resmi telah dianggap sebagai sebuah rekayasa untuk tujuan-tujuan tertentu. Namun, George Lutz tetap berpegang teguh pada kisahnya hingga akhir hayatnya.

Nah, walaupun sepertinya kasus ini telah selesai. Namun saya memiliki pendapat sendiri.

Saya percaya rumah Amityville benar-benar berhantu.

Mengapa saya sampai pada kesimpulan seperti ini ?

Ketika saya membaca berbagai sumber yang menceritakan tentang kisah rumah hantu Amityville, saya menemukan ada dua pertanyaan yang belum terjawab hingga kini oleh mereka yang meragukan kisah Lutz.

Pertanyaan pertama :
Mengapa keluarga Lutz hanya bertahan di rumah itu selama 28 hari ? Jika anda membeli sebuah rumah, apakah anda lalu meninggalkan begitu saja rumah itu setelah 28 hari ? Tidak ! jadi pasti ada sesuatu yang mendorong mereka untuk segera pindah.

Pertanyaan kedua :
Mereka mengeluarkan $80.000 untuk membeli rumah itu pada Desember 1975 dengan mengambil hipotik dari Columbia saving and loans sebesar $60.000. Ketika mereka keluar setelah 28 hari, tentu saja mereka menolak untuk membayar cicilan rumah dan kena penalti denda yang cukup besar. Jika tidak ada sesuatu yang terjadi, mengapa mereka rela dikenai denda tersebut ?
Berdasarkan pada dua pertanyaan tersebut, saya menyimpulkan bahwa rumah itu benar-benar berhantu, namun saya juga percaya Lutz membesar-besarkan kisahnya didalam bukunya.

Jadi apabila kita hanya membahas soal novelnya, maka kita dengan pasti bisa menyebut bahwa novel "The Amityville Horror : A true Story" sebagai hoax atau semi hoax. Saya menyamakan novel ini dengan film "Titanic" yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio, based on real event tapi bukan True Story. Memang berdasarkan atas peristiwa nyata, namun kisahnya didramatisir sedemikian rupa untuk tujuan komersil. Tapi kalau kita berbicara soal rumah Amityville, ceritanya jadi lain.

Bagi kita yang tinggal di Indonesia, saya kira kita tidak terlalu heran dengan rumah hantu atau roh yang tinggal di sebuah rumah. Saya rasa roh ada dibanyak rumah, cuma biasanya mereka tidak mengganggu penghuninya. Anda juga percaya itu kan ?
Home > Hoax > Kisah rumah hantu Amityville - nyata atau hoax ?

Sunday, August 2, 2009

Kisah rumah hantu Amityville - nyata atau hoax ?

The Amityville Horror atau rumah hantu Amityville adalah sebuah kisah penindasan satu keluarga oleh makhluk gaib di sebuah rumah di Amityville, New York. Sejak kemunculannya, kisah ini dipenuhi oleh kontroversi. Apakah kisah ini nyata atau hanya sebuah rekayasa ?

Tulisan ini adalah permintaan seseorang yang ingin mengetahui kebenaran kisah rumah hantu Amityville. Sebenarnya, blog enigma adalah blog yang "anti cerita hantu". Namun karena bukan hantunya yang mau dibahas, maka saya memutuskan untuk menulisnya juga.

Kisah Rumah Hantu Amityville

Bagi yang belum pernah mendengar tentang Amityville Horror, beginilah kisahnya secara singkat :

Kisah horor ini dimulai dari sebuah novel best seller berjudul "The Amityville horror : A True Story" yang ditulis oleh Jay Anson dan diterbitkan tahun 1977. Segera setelah buku ini memenuhi rak buku di Amerika, penjualannya melonjak dengan sangat cepat.

Kisah di buku ini bermula pada tanggal 13 November 1974 ketika satu keluarga yang terdiri dari enam orang yang tinggal di sebuah rumah di Amityville dibunuh dengan kejam. Kepala keluarganya, sepasang suami istri bernama Ronald dan Louise DeFeo ditembak ditempat tidurnya ketika sedang terlelap. Demikian juga dengan dua anak laki-laki dan dua anak perempuannya. Satu-satunya yang selamat dari pembunuhan itu adalah seorang anggota keluarga lainnya bernama Ronald DeFeo Jr (Butch). Ronald ditangkap atas tuduhan pembunuhan dan dihukum penjara seumur hidup.

Karena seluruh anggota keluarga sudah meninggal dan Ronald berada di penjara, rumah itu akhirnya dijual. Rumah horor itu tepatnya berlokasi di 112 Ocean Avenue, Amityville, New York.

Tahun berikutnya, tepatnya 23 Desember 1975, sebuah keluarga baru, George dan Kathy Lutz bersama tiga anaknya menempati rumah itu. Mereka membelinya dengan harga $80.000 dengan cara mengambil hipotik dari Columbia saving and loans sebesar $60.000. Tak berapa lama, mereka mulai mengalami gangguan dari roh-roh jahat yang menghuni rumah itu. Mereka keluar dari rumah itu setelah 28 hari menghuninya.

Menurut mereka, tangan tak terlihat memecahkan pintu dan membuka lemari-lemari. Cairan hijau aneh keluar dari langit-langit rumah, sekumpulan serangga menyerang mereka dan wajah iblis dengan mata merah menghantui mereka pada malam hari dan bahkan iblis itu meninggalkan jejak kaki di halaman rumah yang bersalju.

Kemudian mereka memanggil seorang pastor bernama Mancuso untuk mengusir setan itu, namun ketika pastor itu tiba dirumah itu, satu suara berteriak "Keluar !". Pastor itu gagal membersihkan rumah itu dari roh jahat.

Akhirnya, karena usaha yang dilakukan gagal untuk mengentikan gangguan itu, keluarga Lutz memutuskan untuk pindah dari rumah itu.

Fakta atau rekayasa

Novel ini sedemikian populernya sehingga beberapa film telah dibuat berdasarkan kisah novel ini. Remake terakhir dibuat tahun 2005 yang diperankan oleh Ryan Reynold sebagai George Lutz (percaya sama saya, filmnya benar-benar membuat merinding).

Sekarang, pertanyaannya, apakah kejadian yang diceritakan di buku itu benar-benar terjadi ?? Kita akan memisahkan fakta dan rekayasanya.

Fakta
Novel ini tidak sepenuhnya salah ketika ia menulis label "True Story" di judulnya. Semua tokoh yang diceritakan di dalam novel ini adalah nyata.

Jay Anson menulis buku ini atas permintaan Penerbit Prentice Hall berdasarkan rekaman suara George Lutz yang menceritakan kisah ini. Jadi Keluarga Lutz benar-benar ada dan benar-benar pernah menempati rumah horor itu. George Lutz meninggal karena serangan jantung di Las Vegas pada tanggal 8 Mei 2006. Istrinya Kathy Lutz meninggal terlebih dahulu karena Emphisema pada 17 Agustus 2004. Sebelumnya, mereka bercerai pada akhir 1980-an namun tetap menjaga hubungan baik.



Pembunuhan yang dilakukan oleh Ronald DeFeo Jr juga benar-benar terjadi. Saat ini Ronald DeFeo Jr sedang menjalani hukuman penjara seumur hidup di Green Haven Correctional Facility di Beekman, New York.

Rumah yang terletak di 112 Ocean Avenue juga benar-benar ada. Namun karena alasan privasi, alamat rumah ini telah diubah untuk menghindari turis yang ingin melihat-lihat.




Pastor yang mengusir setan itu juga benar-benar ada. Di buku, namanya disebut Pastor Mancuso, namun nama asli pastor itu adalah Ralph J Pecoraro. Ia menolak nama aslinya disebut dibuku itu untuk menjaga privasinya. Saat ini ia sudah meninggal.

Hoax
Seperti yang saya singgung diatas, semua tokoh dalam kisah ini adalah nyata. Yang diragukan oleh banyak orang adalah kebenaran pengalaman di dalam buku ini. Memang harusnya kisah di buku ini nyata karena berdasarkan cerita langsung dari George Lutz. Namun masyarakat menemukan kisah didalam buku ini terlalu luar biasa sehingga mereka mulai meragukannya. Apalagi ada kemiripan dengan film "The Exorcist" yang terkenal itu.



Akhirnya kontroversi itu terjawab ketika Pengacara Ronald DeFeo Jr yang bernama William Weber mengakui bahwa ia dan George Lutz mengarang kisah ini dengan tujuan untuk mendapatkan persidangan yang baru bagi Ronald DeFeo Jr. Apabila Ronald beralasan membunuh karena pengaruh roh jahat, maka persidangan mungkin bisa mempertimbangkan untuk meringankan tuntutannya atas pertimbangan sakit jiwa. Menurut Weber, Bagi Lutz tentu saja mengarang cerita seperti itu akan membuat ia kaya raya sehingga Lutz setuju berkoloborasi untuk mengarang cerita itu. Lutz menolak pengakuan Weber.

Sepertinya pengakuan Weber ini mendapat peneguhan dari banyak pihak, salah satunya adalah dari seorang peneliti bernama Rick Moran yang menemukan lebih dari 100 kesalahan faktual dalam buku itu.

Istri Ronald DeFeo Jr bahkan juga ikut meneguhkan kesaksian Weber. Baginya kisah hantu Amityville adalah sebuah kebohongan.

Pada Maret 1977, setelah keluarga Lutz keluar dari rumah itu, Jim dan Barbara Cromarty membeli rumah itu dengan harga $55.000. Barbara dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa seluruh perabot rumah itu masih sama seperti aslinya dan tidak menunjukkan ada tanda-tanda perbaikan, berlawanan dengan klaim Lutz yang mengatakan roh jahat menghancurkan perabot-perabot rumah itu.

Setelah 10 tahun keluarga Cromarty memutuskan untuk pindah dari rumah itu karena mengalami banyak gangguan, bukan dari roh jahat, namun dari para turis yang ingin melihat rumah itu. Pada tahun 1987, mereka menjualnya kepada keluarga O'Neil dengan harga $325.000.

O'Neil, Pemilik rumah berikutnya akhirnya juga pindah setelah 10 tahun karena tidak tahan, bukan karena gangguan roh jahat, tetapi karena pajak properti yang meningkat tinggi. Mereka menjualnya pada tahun 1997 kepada Brian Wilson dengan harga $310.000.

Brian Wilson, pemilik saat ini, begitu sukanya dengan rumah ini sehingga ia tetap tinggal di rumah itu dan bahkan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk memperbaiki rumah itu. Namun untuk menjaga privasinya dan menjauhkannya dari turis, ia mengubah alamat rumah itu.

Ketiga pemilik rumah itu setelah Lutz sama-sama mengatakan bahwa rumah itu tidak berhantu dan mereka mengatakan bahwa mereka tidak pernah mengalami hal-hal aneh selama tinggal disitu.

Jadi kisah rumah hantu Amityville yang populer itu sebenarnya secara resmi telah dianggap sebagai sebuah rekayasa untuk tujuan-tujuan tertentu. Namun, George Lutz tetap berpegang teguh pada kisahnya hingga akhir hayatnya.

Nah, walaupun sepertinya kasus ini telah selesai. Namun saya memiliki pendapat sendiri.

Saya percaya rumah Amityville benar-benar berhantu.

Mengapa saya sampai pada kesimpulan seperti ini ?

Ketika saya membaca berbagai sumber yang menceritakan tentang kisah rumah hantu Amityville, saya menemukan ada dua pertanyaan yang belum terjawab hingga kini oleh mereka yang meragukan kisah Lutz.

Pertanyaan pertama :
Mengapa keluarga Lutz hanya bertahan di rumah itu selama 28 hari ? Jika anda membeli sebuah rumah, apakah anda lalu meninggalkan begitu saja rumah itu setelah 28 hari ? Tidak ! jadi pasti ada sesuatu yang mendorong mereka untuk segera pindah.

Pertanyaan kedua :
Mereka mengeluarkan $80.000 untuk membeli rumah itu pada Desember 1975 dengan mengambil hipotik dari Columbia saving and loans sebesar $60.000. Ketika mereka keluar setelah 28 hari, tentu saja mereka menolak untuk membayar cicilan rumah dan kena penalti denda yang cukup besar. Jika tidak ada sesuatu yang terjadi, mengapa mereka rela dikenai denda tersebut ?
Berdasarkan pada dua pertanyaan tersebut, saya menyimpulkan bahwa rumah itu benar-benar berhantu, namun saya juga percaya Lutz membesar-besarkan kisahnya didalam bukunya.

Jadi apabila kita hanya membahas soal novelnya, maka kita dengan pasti bisa menyebut bahwa novel "The Amityville Horror : A true Story" sebagai hoax atau semi hoax. Saya menyamakan novel ini dengan film "Titanic" yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio, based on real event tapi bukan True Story. Memang berdasarkan atas peristiwa nyata, namun kisahnya didramatisir sedemikian rupa untuk tujuan komersil. Tapi kalau kita berbicara soal rumah Amityville, ceritanya jadi lain.

Bagi kita yang tinggal di Indonesia, saya kira kita tidak terlalu heran dengan rumah hantu atau roh yang tinggal di sebuah rumah. Saya rasa roh ada dibanyak rumah, cuma biasanya mereka tidak mengganggu penghuninya. Anda juga percaya itu kan ?